Jumat, 12 Juni 2015

Bagaimana Cara Menghitung Swap ?

Terkadang kita tidak ingin menutup posisi kita, karena ingin harga berbalik arah atau meneruskan trend, dan itu terjadi hingga melewati hari itu. Maka terjadilah posisi yang menginap (overnight). Posisi yang menginap akan dikenakan swap atau biasa di sebut dengan Interest Rate. Swap atau Interest Rate ini tidak selalu bersifat merugikan, karena bernilai negatif/mengurangi balance, tetapi bisa juga bersifat menguntungkan karena bernilai positif/ menambah balance.

Menurut definisinya Swap adalah nilai bunga yang didapat, atau suatu biaya inap yang dibebankan ke anda berdasarkan nilai suku bunga dari masing-masing mata uang. Bunga akan dihitung dari open posisi transaksi anda setiap melewati pk.3 atau 4 pagi WIB (GMT+7).

Nah, jika anda tidak ingin mendapat Swap, anda bisa menutup posisi anda tidak lebih dari jam 3 atau 4 pagi WIB tersebut. Atau jika anda ingin semua transaksi anda tidak terkena Swap sama sekali, maka anda bisa request untuk free Swap.

Jika anda bertanya-tanya dari mana angka Swap yang di tampilkan di platform tersebut, maka anda bisa melanjutkan bacaan ini untuk melihat rusus perhitungan Swap.

Rumus perhitungan swap adalah sbb:

Di mana: i = konstanta rate, dan H = bobot hari

Angka konstanta rate (i) atau bisa disebut interest rate di up date setiap hari Senin, angka tsb bisa dicek oleh nasabah di platform trading.

Caranya:

Di kotak market watch klik kanan, klik symbol, pilih symbol yang ingin di cek interest ratenya, klik properties akan muncul kotak contract specification salah satu item spesifikasi tsb swap long / swap short.

untuk lebih jelasnya, anda bisa mendownload dahulu platform mt4nya di http://www.gainscopefx.com/fx/platform-trading/download/ .

Untuk bobot hari (H) ada perhitungan khusus yang perlu kita simak, yaitu Bunga dihitung mulai dari hari Senin sampai Jumat, tetapi di hari Rabu-Kamis bunga adalah dihitung 3x lipat (sehingga total 1 minggu adalah = 7x bunga). Dan bunga dapat berubah sesuai dengan suku bunga negara dari mata uang yang bersangkutan.

Tiap-tiap perusahaan broker mempunyai acuan nilai bunga yang berbeda, karena adanya perbedaan liquiditor (pasar bursa transaksi) dari masing-masing broker.

Contoh aplikasinya :

1. Kita melakukan transaksi BUY pada hari Senin pukul 20.00 WIB, dan posisi itu kita close pada hari Selasa esoknya pada pukul 02.00 dini hari, maka transaksi kita BELUM mengalami overnight.

2. Kita melakukan transaksi BUY pada hari Selasa pukul 02.00 WIB (dini hari), dan baru kita close hari itu juga tapi pada pukul 05.00 WIB, maka transaksi kita SUDAH mengalami overnight satu hari.

3. Kita melakukan transaksi BUY pada hari Rabu pukul 23.00 WIB, dan baru kita close hari Kamis esoknya pada pukul 05.00 WIB, maka transaksi kita SUDAH mengalami overnight TIGA hari.

4. Kita melakukan transaksi BUY pada hari Kamis pukul 02.00 WIB (dini hari), dan baru kita close hari itu juga pada pukul 05.00 WIB, maka transaksi kita SUDAH mengalami overnight TIGA hari.

Demikian perhitungan dari Swap tersebut, semoga pengetahuan ini bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar